| Judul Buku | : | MODUL PRAKTIS PANDUAN PRAKTIS LITERASI KEUANGAN DAN PERENCANAAN BISNIS BAGI PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) |
| Penulis | : | Dr. Amrie Firmansyah Andy Setiawan M.Ak. Dr. Fery Irawan Agustina Riyanti, M.Ak. Nabillah Farras Luthfi, M.Ak. |
| QRCBN | : | 62-403-0155-771 |
| Jumlah Hal | : | ix + 93 hal |
| Ukuran | : | 14,8 x 21 cm |
| Tahun Terbit | : | Juli, 2026 |
| Harga | : | Rp. 35.000 |
Sinopsis
Bekerja di luar negeri merupakan salah satu upaya Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun, besarnya penghasilan yang diperoleh tidak selalu diikuti dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijaksana maupun kesiapan membangun usaha setelah kembali ke Indonesia. Akibatnya, tidak sedikit PMI yang kembali ke tanah air tanpa memiliki tabungan yang memadai, aset produktif, ataupun sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Modul Praktis Panduan Praktis Literasi Keuangan dan Perencanaan Bisnis bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) disusun sebagai panduan yang sederhana, aplikatif, dan mudah dipahami untuk membantu PMI mengelola hasil kerja secara lebih produktif. Modul ini membahas berbagai materi penting mulai dari literasi keuangan dasar, pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan penghasilan dan remitansi, pembentukan dana darurat, kewaspadaan terhadap investasi ilegal, hingga penyusunan rencana bisnis dan strategi pengembangan usaha.
Selain menyajikan konsep-konsep dasar, modul ini dilengkapi dengan contoh kasus, latihan, lembar kerja, format pencatatan keuangan, Business Model Canvas (BMC), template proposal bisnis sederhana, instrumen evaluasi, serta panduan monitoring usaha pasca pelatihan. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu langsung menyusun rencana keuangan dan rencana usaha yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Melalui modul ini diharapkan PMI mampu mengubah penghasilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri menjadi tabungan, investasi, aset produktif, maupun usaha yang berkelanjutan sehingga tercipta kemandirian ekonomi setelah kembali ke Indonesia. Dengan demikian, keberhasilan PMI tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan selama bekerja di luar negeri, tetapi juga dari kemampuannya membangun masa depan yang lebih sejahtera bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.






Ulasan
Belum ada ulasan.