| Judul Buku | : | Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar |
| Penulis | : | Alfred Alfonso Antoh, Yohanis Irenius Mandik, Edoward Krisson Raunsay |
| ISBN | : | Proses |
| Jumlah Hal | : | ix + 131 hal |
| Ukuran | : | Unesco (15,5 x 23 cm) |
| Tahun Terbit | : | Oktober, 2026 |
| Harga | : | Rp. 70.000 |
Sinopsis
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Hutan, pegunungan, sungai, pesisir, dan berbagai ekosistem lainnya menjadi rumah bagi ribuan jenis tumbuhan dan satwa. Sebagian di antaranya bahkan tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Namun, kekayaan tersebut menghadapi berbagai ancaman, mulai dari kerusakan habitat, perubahan fungsi lahan, perburuan dan perdagangan ilegal, pencemaran lingkungan, hingga perubahan iklim. Jika tidak dijaga dengan baik, bukan tidak mungkin generasi mendatang hanya akan mengenal sebagian kekayaan alam tersebut melalui gambar, buku, atau cerita. Perlindungan tumbuhan dan satwa liar pada dasarnya bukan hanya tugas pemerintah, lembaga konservasi, peneliti, atau para pemerhati lingkungan. Masyarakat memiliki peran yang tidak kalah penting. Cara kita memperlakukan hewan, memilih produk yang berasal dari alam, menjaga lingkungan sekitar, tidak membeli satwa liar hasil perdagangan ilegal, serta ikut menjaga habitat merupakan bagian dari upaya sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian alam. Buku ini disusun dengan pendekatan yang populer dan mudah dipahami. Pembahasan tidak hanya berfokus pada pengenalan tumbuhan dan satwa liar, tetapi juga mengajak pembaca memahami mengapa keanekaragaman hayati perlu dilindungi, apa saja ancaman terhadap keberadaannya, bagaimana kegiatan manusia dapat memengaruhi kehidupan satwa dan tumbuhan, serta berbagai upaya konservasi yang dapat dilakukan.






Ulasan
Belum ada ulasan.