Monograf Dari Data ke Keputusan: Model Manajemen Berbasis Bukti untuk Sekolah di Indonesia

Rp80.000

Kategori:
Judul Buku : Monograf
Dari Data ke Keputusan: Model Manajemen Berbasis Bukti untuk Sekolah di Indonesia
Penulis : Dr. Hegar Harini, S.E., M.Pd., Prof. Dr. Adisel, M.Pd
ISBN : Proses
Jumlah Hal : xii+ 155 hal
Ukuran :  15,5 x 23 cm
Tahun Terbit : September, 2026
Harga : Rp. 80.000

Sinopsis

Monograf ini lahir dari sebuah kegelisahan yang cukup lama mengganjal: mengapa infrastruktur data pendidikan Indonesia yang semakin canggih tidak serta-merta menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih baik di tingkat sekolah? Dapodik mencatat jutaan data siswa dan guru. Asesmen Nasional menghasilkan potret mutu pendidikan yang komprehensif. Rapor Pendidikan menyajikan semua itu dalam dashboard yang bisa diakses kepala sekolah dari mana saja. Tapi di banyak sekolah, data tersebut masih lebih sering menjadi kewajiban administratif yang diselesaikan daripada sumber wawasan yang sungguh sungguh digunakan untuk pengambilan keputusan. Persoalannya bukan pada ketiadaan data. Ia lebih tepat digambarkan sebagai kesenjangan kapasitas dan budaya: antara data yang tersedia dan kemampuan manusia untuk menggunakannya secara efektif dalam konteks manajemen sekolah yang sesungguhnya. Kesenjangan ini yang coba diurai, dipetakan, dan ditawarkan solusinya dalam monograf ini. Buku ini disusun dalam bab yang bergerak secara sistematis dengan model utama adalah siklus PDCA-D, adaptasi dari kerangka Plan-Do-Check-Act yang diperkaya dua tahap diagnostik khas konteks sekolah Indonesia. Model ini bukan teori yang melayang di atas kenyataan, melainkan kerangka yang dibangun dari pemahaman nyata tentang bagaimana kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan bekerja sehari-hari dengan segala keterbatasan dan tekanannya.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah Beli-buku.png

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Monograf Dari Data ke Keputusan: Model Manajemen Berbasis Bukti untuk Sekolah di Indonesia”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ada yang bisa kami bantu?