| Judul Buku | : | MONOGRAF TABU BAHASA
Kajian Sosiopragmatik dalam Bahasa Angkola |
| Penulis | : | Dr. Jamaluddin Nasution, S.S., S.Pd., M.Hum. |
| ISBN | : | proses |
| Jumlah Hal | : | xxii + 170 hal |
| Ukuran | : | A5 14,8 x 21 cm |
| Tahun Terbit | : | Mei, 2025 |
| Harga | : | Rp. 50.000 |
Sinopsis
Tabu adalah sesuatu yang sifatnya “terlarang”, baik karena kotor maupun karena suci. Tabu sangat erat dengan kehidupan manusia dan menjadi alat kontrol pada sistem nilai dan norma. Contoh sederhana tabu dalam kehidupan masyarakat Indonesia adalah hewan “babi” dan “sapi”. Umat
Muslim akan tabu pada hewan “babi” karena dianggap ‘kotor’ sementara bagi umat Hindu, hewan “sapi” akan tabu karena dianggap ‘suci’. Selain dalam hal tindakan, benda, situasi, dan tempat, tabu juga muncul dalam bahasa. Tabu bahasa meliputi tabu dalam nama dan kata-kata seperti nama orang tua/kerabat, nama orang yang meninggal, nama orang dan binatang yang disakralkan, nama Tuhan, dan kata-kata tertentu. Tabu juga muncul dalam bahasa saat seseorang mengucapkan sumpah
serapah, yakni makian, hujatan, dan kutukan.
Pemesanan Cepat:






Ulasan
Belum ada ulasan.