| Judul Buku | : | PENGEMBANGAN UMKM EKONOMI KREATIF BERBASIS BUDAYA: DARI IDENTITAS LOKAL MENUJU USAHA BERDAYA |
| Penulis | : | Rahman, M.Pd., Windy Utami Putri, S.Pd.,M.Pd., M. Zainuddin Lutfi Fauzi., S.Sos., M.Sosio., Petrus Widodo, M.Pd., Imam Nur Huda, M.Pd |
| ISBN | : | Proses |
| Jumlah Hal | : | xi + 146 hal |
| Ukuran | : | UNECSO (15,5 x 23 cm) |
| Tahun Terbit | : | November, 2026 |
| Harga | : | Rp. 80.000 |
Sinopsis
Budaya bukan sekadar warisan masa lalu yang perlu dikenang, melainkan sumber inspirasi yang dapat menghidupkan kreativitas, membuka peluang usaha, dan membangun masa depan ekonomi masyarakat. Di balik motif tradisional, kerajinan tangan, kuliner khas, teknik produksi, dan pengetahuan yang diwariskan antargenerasi, tersimpan potensi ekonomi yang bernilai. Tantangannya adalah bagaimana mengolah potensi tersebut menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, memiliki daya saing, dan tetap menjaga identitas budaya yang menjadi akarnya. Buku Pengembangan UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya: Dari Identitas Lokal Menuju Usaha Berdaya hadir sebagai upaya untuk menjawab tantangan tersebut. Buku ini berangkat dari pemikiran bahwa pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan penjualan. Usaha juga perlu memiliki identitas yang kuat, kemampuan berinovasi, strategi pemasaran yang tepat, kecakapan digital serta kesadaran untuk menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan. Pembahasan dalam buku ini disusun secara bertahap, mulai dari pemahaman tentang ekonomi kreatif berbasis budaya, tantangan yang dihadapi UMKM, hingga strategi pengembangan usaha yang lebih terarah. Buku ini memperkenalkan PIL-EKBAB sebagai kerangka strategis untuk mengintegrasikan pelestarian nilai budaya, identitas produk, local storytelling dan branding, inovasi ekonomi kreatif, kewirausahaan digital, perluasan akses pasar dan kolaborasi, adaptasi terhadap perubahan, serta keberlanjutan. Kerangka ini diharapkan membantu pembaca memahami bahwa identitas budaya dan pertumbuhan ekonomi bukanlah dua tujuan yang saling bertentangan, melainkan kekuatan yang dapat saling mendukung. Selanjutnya, pembaca diajak memahami penguatan kapasitas UMKM, pemasaran berbasis identitas lokal, kewirausahaan di era digital, dan pembangunan usaha berkelanjutan. Pada bagian akhir, roadmap pengembangan disajikan melalui tujuh tahapan, yaitu Kenali, Kembangkan, Ceritakan, Digitalisasikan, Perluas, Kolaborasikan, dan Lestarikan. Tahapan ini menjadi panduan untuk menentukan prioritas, menjalankan inovasi, memperluas pasar, dan mengevaluasi perkembangan usaha secara berkelanjutan.






Ulasan
Belum ada ulasan.